Nurdianti, Siti I’in (2023) Penerapan Sistem Bagi Hasil Pada Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah Bank Muamalat Kcp Ponorogo Dalam Mewujudkan Nilai Keadilan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.
Preview |
Text
121. 402180214, Siti I_in Nurdianti, Perbankan Syariah.pdf Download (6MB) | Preview |
Abstract
Nurdianti, Siti I’in. Penerapan Sistem Bagi Hasil Pada Pembiayaan Musyarakah
Mutanaqishah Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Ponorogo Dalam
Mewujudkan Nilai Keadilan. Skripsi, 2023. Jurusan Perbankan Syariah,
Fakultas Ekonomi Dan Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo,
Pembimbing: Dr. Amin Wahyudi, M.E.I
Kata Kunci: Musyarakah Mutanaqishah, Bagi Hasil, Keadilan.
Prinsip keadilan dalam bermuamalah adalah terpenuhinya nilai-nilai
keadilan (justice) antara para pihak yang melakukan akad muamalah. Dalam hal ini
keadilan dapat dipahami sebagai upaya untuk menempatkan hak serta kewajiban
antara semua para pihak yang bermuamalah, misalnya keadilan dalam pembagian
bagi hasil (nisbah) antara pemilik modal dan pengelola modal. Keadilan sangat
perlu untuk diterapkan oleh Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Ponorogo
dalam menerapkan persyaratan, prosedur serta mekanisme pembagian bagi hasil
pada akad pembiayaan musyarakah mutanaqishah supaya tidak ada salah satu
pihak yang merasa terdzholimi.
Tujuan utama penelitian adalah untuk menganlisis keadilan bagi hasil
pembiayaan musyarakah mutanqishah pada Bank Muamalat Kantor Cabang
Pembantu Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode wawancara,
observasi, dan dokumentasi keapada Branch Manager serta karyawan Bank
Muamalat Kantor Cabang Pembantu Ponorogo yang memahami terkait persyaratan,
prosedur serta bagi hasil pembiayaan musyarakah mutanaqishah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Muamalat Kantor Cabang
Pembantu Ponorogo sudah cukup menerapkan keadilan pada persyaratan serta,
prosedur pembiayaan msuyarakah mutanaqishah. hal tersebut dapat dilihat
berdasarkan untuk persyaratan dan prosedur pembiayaan musyarakah
mutanaqishah yang diterapkan berlaku untuk semua nasabah tanpa membedakan
suatu kelompok atau individu tertentu. Bukti bahwa nasabah mendapatkan hak
adalah ketika memenuhi persyaratan berarti memiliki kelayakan maka nasabah
berhak mendapatkan hak nya atas pemenuhan syarat tersebut. Porsi bagi hasil
untuk Bank Muamalat adalah sebesar 45,93%, sedangkan untuk porsi nasabah
adalah sebesar 54,07%. Pada awal angsuran syirkah yang dimiliki Bank Muamalat
berpindah ke nasabah sebesar 1,5%, Terkait mekanisme serta penetapan bagi hasil
dapat dikatakan sudah adil juga dikarenakan sudah terjadi tarik menarik, tawar
menawar antara nasabah dan Bank, hingga akhirnya ditentukan besaran porsi
nisbah bagi hasil. Meskipun pihak nasabah mendapat keuntungan yang lebih besar
dibanding dengan Bank, hal tersebut bisa dikatakan adil dikarenakan pengorbanan
dan konstribusi yang dikeluarkan oleh pihak nasabah juga lebih besar dibanding
pengorbanan yang dikeluarkan oleh Bank yang hanya menyerahkan modal saja,
sehingga wajar jika nasabah mendapat porsi nisbah bagi hasil yang lebih tinggi
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Amin Wahyudi |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Jurusan Perbankan Syariah |
| Depositing User: | Mahasiswa Magang |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:04 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:04 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/42478 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
