PERAN ORANG TUA JAMAAH LDII DALAM MENENTUKAN KRITERIA CALON PASANGAN HIDUP ANAK SESAMA MUBALIGH PERSPEKTIF HUKUM PERKAWINAN ISLAM DI DESA SIMBATAN KECAMATAN NGUNTORONADI KABUPATEN MAGETAN

Navanzha, Pricilia Al (2026) PERAN ORANG TUA JAMAAH LDII DALAM MENENTUKAN KRITERIA CALON PASANGAN HIDUP ANAK SESAMA MUBALIGH PERSPEKTIF HUKUM PERKAWINAN ISLAM DI DESA SIMBATAN KECAMATAN NGUNTORONADI KABUPATEN MAGETAN. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.

[thumbnail of NZVANZHA PRICILIA_101220139_ETHESES.pdf]
Preview
Text
NZVANZHA PRICILIA_101220139_ETHESES.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
NAVANZHA PRICILIA AL FITHRI, Peran Orang Tua Jamaah LDII Dalam Menentukan Kriteria Calon Pasangan Hidup Anak Sesama Mubaligh Perspektif Hukum Perkawinan Islam DI Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Pembimbing: Ali Yasmanto, M.H.I
Kata Kunci: Peran Orang Tua, Kafā’ah, Perkawinan LDII
Perkawinan dalam hukum Islam bukan sekadar ikatan lahir dan batin, melainkan juga perjanjian yang kuat (mitsaqan ghalidzan) yang bertujuan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Salah satu konsep penting yang menjadi pertimbangan sebelum melangsungkan perkawinan adalah kafa’ah, yang oleh para ulama ditekankan terutama pada aspek agama dan akhlak. Dalam konteks komunitas keagamaan, penerapan konsep kafa’ah sering kali dipengaruhi oleh otoritas orang tua sebagai wali nikah sekaligus penjaga nilai-nilai kelompok. Fenomena ini tampak nyata di lingkungan jamaah LDII Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, di mana orang tua secara dominan menetapkan kriteria bahwa anak khususnya yang berstatus mubaligh wajib menikah dengan sesama mubaligh demi menjaga kemurnian akidah dan kesinambungan dakwah. Kriteria ini menimbulkan dilema sosial dan psikologis bagi anak, karena ketidakpatuhan terhadapnya dianggap mencerminkan kurangnya pemahaman agama, meskipun calon pasangan memiliki akhlak dan latar belakang agama yang baik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Kriteria data yang didapatkan berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana analisis hukum perkawinan Islam terhadap peran orang tua jamaah LDII dalam menentukan kriteria calon pasangan hidup anak sesama mubaligh di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan? 2) Bagaimana analisis hukum perkawinan Islam terhadap jamaah LDII yang menikah dengan non-LDII di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Keterlibatan orang tua jamaah LDII sangat dominan dalam menentukan kriteria pasangan sesama mubaligh berdasarkan prinsip kafa'ah. Praktik ini sejalan dengan hukum perkawinan Islam demi menjaga keselarasan visi dakwah dan keharmonisan keluarga, asalkan tidak ada unsur paksaan yang mengabaikan hak anak dalam memilih pasangan. 2) Pernikahan antara jamaah LDII dengan non-LDII dipandang sah menurut hukum perkawinan Islam. Selama rukun dan syarat sah perkawinan terpenuhi, perbedaan organisasi keagamaan tidak menjadi penghalang, dan pernikahan tersebut dinilai membawa kemaslahatan (maslahah) bagi rumah tangga.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ali Yasmanto
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 13 Oct 2026 03:37
Last Modified: 13 Oct 2026 03:37
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/42965

Actions (login required)

View Item View Item