POLA KOMUNIKASI KEPALA SUKU (SUKU ANAK DALAM) UNTUK MELESTARIKAN TRADISI USANG PESKO LAMO DI DESA TANJUNG KECAMATAN BATHIN VIII KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI

Septia Rani, Rani (2026) POLA KOMUNIKASI KEPALA SUKU (SUKU ANAK DALAM) UNTUK MELESTARIKAN TRADISI USANG PESKO LAMO DI DESA TANJUNG KECAMATAN BATHIN VIII KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari.

[thumbnail of 302220110_Septia Rani_Komunikasi dan Penyiran Islam.pdf]
Preview
Text
302220110_Septia Rani_Komunikasi dan Penyiran Islam.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Rani, Septia, 2026. Pola Komunikasi Kepala Suku (Suku Anak Dalam) untuk Melestarikan Tradisi Usang Pesko Lamo di Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.
Skripsi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Universitas Islam Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing Dr. M. Irfan Riyadi, M.Ag.
Kata Kunci : Pola Komunikasi, Kepala Suku, Suku Anak Dalam, Tradisi Usang Pesko Lamo
Komunikasi berperan penting dalam mempertahankan tradisi dan nilai budaya masyarakat adat di tengah modernisasi dan perkembangan era digital. Masyarakat Suku Anak Dalam di Desa Tanjung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi masih mempertahankan tradisi Usang Pesko Lamo sebagai rangkaian pernikahan adat dengan tata cara dan aturan khas. Keberlangsungan tradisi tersebut tidak terlepas dari peran kepala suku dalam menyampaikan nilai, norma, dan aturan adat kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi kepala suku dalam melestarikan tradisi Usang Pesko Lamo berdasarkan teori SMCR David Berlo serta mengetahui hasil komunikasi dalam mempertahankan keberlangsungan tradisi tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan pola komunikasi kepala suku dalam melestarikan tradisi Usang Pesko Lamo. Data diperoleh melalui observasi wawancara mendalam dan dokumentasi dengan kepala suku, pemangku adat, sesepuh, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori SMCR David Berlo. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dengan membandingkan informasi dari berbagai informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pola komunikasi kepala suku dapat dijelaskan melalui empat unsur SMCR, yaitu kepala suku berperan sebagai sumber pesan yang memiliki kredibilitas dan legitimasi adat, pesan yang disampaikan berupa aturan dan nilai adat yang disusun secara jelas serta disesuaikan dengan kemampuan pemahaman masyarakat, saluran komunikasi didominasi oleh forum musyawarah adat dan pertemuan tatap muka, serta pola komunikasi yang terbentuk cenderung dua arah dari sisi struktur kewenangan namun tetap partisipatif karena melibatkan kehadiran seluruh masyarakat; 2) Hasil dari pola komunikasi yang dibangun dan dilakukan oleh kepala suku berjalan dengan baik dan membentuk regenerasi tradisi kepada generasi selanjutnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: M. Irfan Riyadi
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200101 Communication Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 13 Oct 2026 07:04
Last Modified: 13 Oct 2026 07:05
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/42968

Actions (login required)

View Item View Item